Sunday, May 29, 2016

Keberagaman Yang di Seragamkan

Negara Indonesia yang terdiri dari banyak pulau ini memiliki corak geografis yang berbeda-beda di beberapa wilayahnya. Hal tersebut juga mempengaruhi tumbuhan yang tumbuh, dan berdampak pada beranekaragam pula sumber pangan pokok di setiap daerah. 

NTT yang memiliki corak geografis dan budaya yang khas terdiri dari dataran lahan kering. Hal tersebut menjadikan jagung dan kacang-kacangan yang bisa tumbuh di jenis lahan tersebut sebagai makanan pokok. Di Mamuju, Sumbar juga memiliki makanan pokok khas yang bernama jewawut. Sedangkan di Karawang yang daerahnya cocok untuk menanam padi, maka tidak heran jika disana banyak persawahan untuk memenuhi sumber pangan daerah tersebut.

Akan menjadi tidak seimbang jika sumber pangan disetiap daerah dikesampingkan, lalu diberlakukan keseragaman sumber pangan. Seperti halnya yang terjadi sekarang ini. Banyak yang mengeluhkan harga beras yang tinggi, kurangnya persediaan makanan pokok tersebut di pusat, semakin sedikitnya persawahan karena pembangunan, dan sebagainya. Hal tersebut terjadi bisa jadi karena diseragamkannya sumber makanan pokok tadi. Daerah-daerah yang tidak mendukung untuk bercocok tanam pada akhirnya harus bersusah payah mendapatkan beras dari daerah lain. Padahal daerahnya sendiri sebenarnya sudah memiliki sumber pangan pokok yang sesuai dengan keadaan daerahnya, tanpa khawatir kalah akan kandungan nutrisi didalamnya.

Itu baru dilihat dari satu sudut. Sumber pangan. Semakin dicermati, sekarang ini semakin banyak penyeragaman dari keanekaragaman yang ada.

 Hari raya yang terasa kurang afdol tanpa ada hidangan daging sapi, padahal peternak lokal mengalami kesulitan mencari pakan alami untuk ternaknya karena semakin jarangnya tempat rumput bisa tumbuh. Berujung dengan inpor sapi dari negara lain serta dibumbui kelonjakan harga yang fantastis pula.

Anak sekolah yang stress karena standar nasional yang tidak bisa mereka capai karena bisa jadi sarana dan prasarana belajar yang selama ini mereka terima kurang mendukung.

Serta banyak lagi contoh lain dari keaneka ragaman yang di seragamkan namun berdampak kurang bagus. "Berbeda tapi satu", bukan berarti diterapkan dalam hal-hal diatas bukan? Berbeda warna kulit, bahasa, namun sama-sama menyembah Allah, itu cakep. Namun memaksakan hal yang sebelumnya sudah memiliki karakter, tapi dipaksa untuk menjadi satu karakter yang sama, lama kelamaan karakter asli menjadi terkikis dan hilang. Dan disaat keseragaman mulai terbentuk, aspek-aspek penunjangnya tidak mendukung, maka kehancuranlah yang akan terjadi. Lidah yang sudah tidak biasa dengan sumber pangan daerah sendiri, pemikiran yang sudah terbentuk untuk mencapai standar nasional tanpa melihat lagi cara untuk memenuhi standar tersebut, pusing dengan harga-harga yang tidak merakyat, dan seterusnya guncangan-guncangan terjadi.

Biarlah keanekaragaman itu sebagai warna warni yang menyenangkan. Keberagaman karakter yang mengagumkan. Selama tidak melanggar aturan agama, hal itu akan menjadi kekayaan tersendiri dari sebuah daerah, sebuah pribadi. Karena berbeda itu indah.


Monday, April 11, 2016

Sarimbit new models by NIBRA'S

Dengan bahan cigarette, nyaman dipakai dan cocok digunakan dalam banyak acara.
Koko: 148.000
Gamis: 198.000






Saturday, April 2, 2016

Cara Seru RT03/RW01 Mengumpulkan Warga, dengan Lomba Tumpeng

Pemilihan ketua RT03/RW01 Kelurahan Ciriung sudah berlangsung bulan Februari lalu. Dari acara demokrasi tersebut terpilihlah bapak Komala sebagai ketua RT memperpanjang masa jabatan  yang sebelumnya sudah pernah beliau emban. Setelah sebelumnya pembentukan anggota, bapak Sahroni sebagai sekretaris dan bapak Yayan Mulyani sebagai bendahara, pada malam ini (02/04) dilakukan rapat kerja yang diadakan di majlis.
 

Untuk menarik kehadiran warga, diadakan pula lomba tumpeng untuk para ibu. Terdapat 8 kelompok pembuat tumpeng, yang pada setiap kelompoknya terdiri dari 11 orang. Dengan begitu warga berdatangan untuk menghadiri undangan ketua RT sekaligus menentukan pemenang dari kreasi tumpeng yang dilombakan.
Kriteria penilaian lomba adalah penampilan, rasa dan kelengkapan gizi. Masing-masing kelompok memiliki ciri khaa sendiri. Ada kelompok yang salah satu anggotanya adalah juru masak hajatan, mereka mengusungkan rasa sebagai andalan. Ada yang menyajikan kelengkapan gizi dan lauk, mereka memuat semua aspek gizi yang dibutuhkan secara lengkap. Dan ada juga yang berkreasi dengan membuat tumpeng warna-warni untuk menarik penilaian juri dalam segi penampilan.

Juri yang memberi penilaian adalah ketua RW terpilih, bapak Sehabudin, RT 04 sebagai tamu undangan, dan beberapa bapak pengurus.

Hal tersebut menjadi menarik karena sebelumnya hal seperti ini belum pernah dilakukan. Semoga dengan banyaknya warga yang hadir dan berpartiaipasi dalam acara tersebut menjadi lebih solid dalam membangun kampung Ciriung umumnya, dan lingkungan RT03 pada khususnya.

Saturday, March 26, 2016

Murbei, sihitam yang suka bergerombol

Menurut Wikipedia, Murbei memiliki bahasa latin Morus, adalah sebuah genus yang terdiri dari 10-16 spesies pohon tertentu yang berasal dari daerah panas sedang dan subrtopis di asia, Afrika dan Amerika. Mayoritas spesies asli berasal dari Asia. Salah satu yang terkenal adalah desa Andaleh, Kecamatan Batipuh, Kabupaten Tanah Datar, sumatera Barat.



Memiliki daun yang bergerigi pada bagian tepinya. Buahnya bergerombol dalam sebuah batang kecil sepanjang 3-5 cm. Buah muda berwarna merah muda, saat semakin matang akan berubah warna menjadi ungu tua. Memiliki rasa asam manis menyegarkan. Di daerah lain dinamakan juga buah besaran.

Daun murbei juga biasa digunakan sebagai makan ulat sutra.


Wednesday, March 23, 2016

Angin

Angin berlalu bersama sunyi
Pucuk daun saling mengejar menggapai
Awan pun berkhianat dengan menggantung ponggah dihadapan bulan
Hewan liar ikut enggan berdendang

Aku berjalan bersama sepi
Bisingnya siang hari telah mengusik lelap tentramku
Sengatan matahari telah menggosongkan wadah sabarku
Hiruk pikuk manusia lain semakin membuatku tak tentu arah

Namun saat matahari menggelincir, yang tersisa hanyalah sepi

Masih adakah manusia yang terpuaskan inginnya
Di saat semua berkelebat begitu cepat
Masih adakah orang yang merasa sendiri
Di saat jutaan manusia berlalulalang disekitarnya

Butir pasir waktu berjatuhan bersama sepi
Menuntun manusia terlelap kedalam mimpi
Biarlah bulan mengintip malu dari balik awan
Biarlah dendangan hewan liar tergantikan detikan jam

Aku berjalan bersama sepi
Namun sepi menuntun mimpi
Segenggam mimpi mengantar lelapku
Memupuk energi menyambut esok hari yang baru