Friday, October 23, 2015

Alkesah Itu Buah Jigong


Jalan pertanian, Citayem adalah nama jalan yang setiap minggunya saya lewati untuk berangkat dan pulang kerja. Tidak ada yang istimewa, sampai suatu hari ketika melewati jalan tersebut ada kios penjual buah baru disebrang sekolah MTS Alexsandria.
Iseng tengok kanan-kiri, tertujulah pandangan kebuah yang dijajakan. Bentuknya bervariasi ada yang besar maupun kecil. Tapi yang paling banyak adalah yang berukuran kecil dan berwarna kuning, hingga menarik perhatian. Sebelumnya, saya kira itu buah pinang, karena bentuknya mirip, agak lonjong dan berwarna orange.
Untuk mengakhiri rasa penasaran, akhirnya menepilah ke kios tersebut. Tanpa pembukaan, langsung bertanya ke ibu penjualnya nama buah tersebut. Awalnya selintas terdengar seperti srikaya (karena saya tau srikaya seperti apa), makanya minta diulang. Ternyata buah tersebut bernama “Alkesah”. Wow… baru dengar saya ada buah yang namanya unik gitu (norak mode). Klo banyak orang bilang itu salah satu buah yang mereka makan saat mereka masih kecil, kalo saya baru kenal buah itu pas sudah sebesar ini :D
Sawo mentega, sawo ubi, alkesah, atau setelah ditelisik ternyata dikenal juga dengan nama buah jigong (karena saat dimakan kadang menyisakan warna kuning di gigi, seperti jigong :D) dengan nama latin Campechiana adalah jenis buah yang berasal dari wilayah Amerika Tengah dan Meksiko bagian selatan. Sebutan lain diluar negri adalah canistel, egg fruit, atau yellow sapote. Disana buah ini biasa dijadikan sebagai campuran es krim, milkshake, puding, atau tambahan dalam membuat kue pie. Getahnya dipakai sebagai bahan karet. Dengan bentuk buah lonjong, bulat telur, sampai membulat, dengan ujung agak lancip, berkulit tipis licin, hijau keabuan saat muda, semakin matang akan berubah warna menjadi kuning-oren dan saat sudah matang benar buahnya akan meletek (pecah). Daging buah berwarna kuning-oren (seperti ubi rebus tapi kering menepung), berbau harum (menurut saya seperti wangi buah kesemek). Memiliki biji yang besar ( dalam satu buah terdapat1- 5 biji) berwarna coklat mengkilat.
Rasanya manis, tapi tidak menyengat. Saran saya, jangan makan yang belum matang benar, karena dari pengalaman rasanya masih sedikit pahit dan kesat di lidah. Mungkin itu karena getahnya. Karena orang rumah kurang suka dengan rasa manisnya, akhirnya saya coba jadikan sebagai bahan campuran dalam membuat puding. Setelah menjadi olahan, ternyata rasanya lebih bisa diterima. Dan cara mengolahnya menjadi puding pun gampang, Dengan teksturnya yang lembut, mudah untuk melumatnya, setelah di lumat, tinggal dicampur dengan agar-agar + gula +air, lalu di masak hingga mendidih, dan dicetak. Tunggu hingga dingin, maka puding si buah jigong pun jadi.. ^____^
Saya beli seharga 7000 per kilo. Isinya cukup banyak. 2 yg ukuran besar, sekitar 10 yg kecil (tapi sudah berwarna kuning semua).
Siapa yang mau bereksperimen mengolah buah ini? Bisa bagi-bagi resepnya yaa buat saya.. :D




Tuesday, December 16, 2014

atasan NIBRA'S












atasan by NIBRA'S tersedia banyak pilihan.
harga Rp 118.000
na10 Rp 128.000

Thursday, November 6, 2014

Tiga Lingkaran

Lingkaran kecil, lingkaran kecil, lingkaran besar...
Ditemani lagu anak-anak ini jadi ingin buat tulisan tentang lingkaran.. :P
Kita hidup dengan berdampingan bersama orang lain, kadangkala banyak hal yang harus di perhatikan untuk membuat kehidupan ini terasa lebih menyenangkan. Karena seringkali dengan ketidak selarasan antara apa yang kita perbuat, keinginan kita berbuat, ataupun apa yang orang lain perbuat kadang menyulitkan diri untuk mendapatkan rasa nyaman dalam diri.

Jurus terakhir yang biasa saya lakukan adalah "sudahlah". Selama saya tidak melanggar ketentuan yang sudah ada, saya lebih memilih mundur teratur dari lingkungan yang tidak memberikan kenyaman tersebut untuk pindah atau membuat lingkungan baru yang nyata-nyata bisa membuat saya nyaman (Huuu.. jurus terakhir tuh harusnya dibuat belakangan. Sudah tamat dong ceritanya secara jurus pamungkasnya sudah keluar.. >,< )
Okeh.. Pura-pura saja kalian belum tau jurus terakhir itu. Biar tulisan ini bisa berlanjut. Setuju??
Baiklah, mari kita lihat apa yang mau saya tulis berikutnya. Apakah ada hubungannya dengan lingkaran-lingkaran.. hanya saya yang tau, karena memang belum saya tuliskan..(Chi sudah teriak "makin bertele-tele aja ini orang..:@ ")

Untuk mempermudah diri mendapatkan rasa yang diinginkan biasanya saya membuat tiga buah lingkaran secara bertumpuk dengan ukuran yg berbeda. Jadi jika dilihat akan ada lingkaran kecil, lingkaran sedang, dan lingkaran besar.
1. Lingkaran yang paling dalam (kecil)
Saya namakan lingkaran kendali/ komitmen.
Disana kita bisa menerapkan komitmen untuk diri tentang apa-apa yang ingin kita lakukan. Disana juga kita bisa memegang kendali dari lingkungan tersebut. Contoh kecilnya, jika kita berada dirumah, biasanya ruang kendali kita adalah kamar. Karena disana kita bisa melakukan banyak hal atau apa saja tanpa terganggu atau mengganggu penghuni rumah lain. Dan kita bisa lebih leluasa mengekspresikan perasaan jika ada orang lain melakukan sesuatu dalam kamar tersebut diluar kehendak kita. Intinya kita memiliki "kuasa" selama berada di dalam lingkaran ini karena apa-apa berada dalam kendali kita.

2. Lingkaran yang tengah (sedang)
Saya namakan lingkaran pengaruh.
Ruang lingkup lingkaran ini lebih besar dibanding lingkaran kendali. Disini kita bisa melakukan sesuatu yang walaupun mungkin bukan lagi dalam kendali kita, tapi jangkauannya masih dekat, sehingga masih bisa kita pengaruhi. Seperti halnya dirumah, kita masih bisa mendekorasi ruang tamu sesuai selera kita, dengan riquest ke ayah saat akan membeli sofa misalnya. Intinya, walaupun berada diluar kendali kita, kita masih bisa mengupayakan lingkungan tersebut agar sesuai dengan kenyamanan kita dengan berkompromi dengan orang lain yang berada dalam ruang tersebut.

3. Lingkaran paling besar
Saya namakan lingkaran peduli.
Ruang lingkup lingkaran ini yang paling besar dibanding cakupan lingkaran lain. Seperti pribahasa "makin tinggi sebuah pohon, akan semakin kencang angin yang menerpa". Kurang lebih seperti itu. Karena lingkupnya sudah sangat luas, kadang kala kita sudah tidak memiliki kendali ataupun pengaruh dalam lingkaran ini. Seperti halnya kita yang sudah tidak bisa mengurusi rumah tetangga.. :P
Walaupun kita berada didekatnya, namun memang kita tidak bisa melakukan tindakan nyata secara langsung. Jika berada dalam lingkaran ini, kita bisa berempati dengan perduli terhadap lingkungan tersebut. Saat kita memberikan masukan untuk perubahan yang sekiranya kita anggap baik, maka janganlah "ngambek" saat masukan itu tidak diterima.

Begitulaahh.. (apa coba..^^')
Baiknya kita dapat memposisikan diri dimanapun berada. Memang bukan hal yang mudah, tetapi disanalah kita belajar. Lakukan klarisifikasi jika ada sesuatu hal yang membuat tidak nyaman, dimana kesalahannya, dimana posisi kita, apa yang "sudah" kita lakukan, apa yang "bisa" kita lakukan dan banyak hal yang bisa kita evaluasi untuk mendapatkan keadaan yang nyaman.

Hal lain, "jangan selalu memakai kaca mata kita. Cobalah memakai kaca mata orang lain" (pinjem juga boleehh)
Sering kita saat berada diposisi tertentu, selalu melihat "hanya" dari sudut pandang kita. Lupa bahwa ada banyak orang lain disana, dan kita tidak akan tau kondisinya jika tidak melihat dari sudut lain. Sesekali cobalah melihat dari perspektif (sudut pandang) yang lain, bisa jadi kita merasa kurang nyaman terhadap sebuah lingkungan dikarenakan kita yang memaksakan lingkungan tersebut menuruti keinginan kita, padahal kita tidak punya kendali disana. Atau mungkin memang lingkungan itu yang "sudah" tdak cocok dengan kita karena tidak bisa menemukan titik yang sama untuk kenyamanan bersama.

So, selamat berkreasi dengan lingkaran-lingkaran anda. tentukan dimana posisi yang tepat, dan boleh qo pinjem-pinjem kaca mata orang.. :P

Lingkaran kecil.. lingkaran kecil.. lingkaran besaarr.. *lanjut nyanyi


*sepotong pelajaran yg masih diingat. moga tidak salah mengartikan.

Wednesday, November 5, 2014

NIBRAS model nb75- nb95

nibras mengeluarkan bayak model baru untuk menambah koleksinya.. :)
silakan dilihat-lihat yaa..



















HARGA
nb 75, 76, 95 Rp198.000
nb 77,78,84,86,88 Rp180.000
nb 79,80,82,83,85,87,89,90,91,92,93,94 Rp168.000

Sunday, October 12, 2014

Perangai

Seringlah kita mendengar "ambilah manfaat, pelajaran,hikmah dari mana saja.."Ada sebuah kejadian yang saya anggap menarik terkait hikmah. Suatu ketika ada seseorang yang begitu giatnya menyampaikan kata-kata baik yang penuh dengan hikmah. Dengan bahasa ringan, tidak berbelit, dan mudah difahami, menjadikan orang tersebut "dinilai" sebagai orang yang dewasa, bijaksana, dan berwibawa.
 

Terlepas dari kemampuannya membuat tulisan-tulisan baik, orang tersebut memposisikan tulisannya untuk tidak di diskusikan. Hanya perkara sederhana, jika ada manfaat silakan diambil, namun jika tidak setuju jangan melakukan kontra di tulisan yang dia buat. Dia persilakan membuat tulisan lain yang sekiranya baik untuk orang-orang yang kontra dengannya. Hohoo arogan memang, tetapi berhubung mungkin memang dia tidak mencari dukungan maupun persetujuan orang lain dari tulisan yang dibuat, memilih membuang komentar-komentar negatif yang sekiranya masih ada di sekitar tulisannya.
 

Beralih ke kubu kontra akan tulisan orang tersebut. Di awali dari niatan mencari kebenaran, maupun melakukan penbenaran, orang-orang yang kontra ini dengan "riang"nya melakukan penolakan pada tulisan yang dari awalnya sudah terlebel tidak menerima penolakan.

Kadang memunculkan senyum atas kejadian-kejadian diatas.
* Ada orang yang mau melakukan kebaikan dengan caranya sendiri tanpa mau mendengarkan tangapan miring orang lain terhadap apa yang dia sampaikan.
*Ada juga orang-orang yang begitu rajinnya masuk kesarang orang lain hanya untuk melakukan penolakan. yang dia sudah ketahui sendiri bahwa tempat yang dia masuki itu memang tidak sejalan dengan apa yang dia inginkan.
*Ada orang yang sesuka hatinya melabelkan "nilai" terhadap orang lain. Dan di lain waktu label tersebut akan diganti jika sudah tidak sesuai dengan seleranya.

*Bahkan ada juga kumpulan orang yang membuat persatuan kontra terhadap orang lain, dan tidak berkontribusi aktif terhadap apa yang dianggapnya benar. rajinnya memangkas rumput tetangga, sampai lupa menyiram tanaman di halaman sendiri.

Ambilah manfaat dari banyak tempat. untuk hal remeh, tak usahlah aktif melakukan penolakan. Selama tidak mengganggu agama, kestabilan dan keamanan negara, rasanya bermalas-malasan mengurusi hal yang akan terlupakan karena bukan hal penting juga diperlukan.

berbaik-baiklah.
lihat halaman kita, sudah disiramkah?,
sudah di gemburkankah?
sudah mencari bibit-bibit baru untuk memperindah taman kita kah?
berkunjunglah ke tetangga, barangkali dari sama bisa mendapatkan tips merawat taman yang efektif.
mampirlah ke berbagai tempat yang dimau, bisa jadi disana ada ilmu baru untuk bercocok tanam.

*obrolan sore hari ditengah aktifitas menyiangi rumput liar disekitar pot bunga.