Tuesday, June 5, 2018

RUMAH CERDAS 日本語 の クラス mengadakan BUKBER

 ひさしぶり ね。。 皆さん おげんき です か
今 は 6月 5日 です か,Sepertinya ada yang terlupakan. Mmm... Apa ya (pura2 mikir), AHA, kyou tanjoubi wa nihon go no kurasu. Iyeeyy.. Teringat kembali ketika melihat tulisan di refleksi

-=onna no hito=-
-=otoko no hito=-
Kesibukan yang luar biasa dari para peserta, membuat ragu untuk membuat acara. Apalagi di bulan ramadhan seperti ini. Tapi karena tawaran dari sensei, ayolah dicoba list dulu siapa yang bisa hadir. Baiklah, toh itu tidak merepotkan.


Pemberian sedikit bingkisan kepada sensei sebagai bentuk 
terima kasih atas bimbingannya selama ini.

Tidak terasa sudah terlewati keberadaan kelas kita selama dua tahun ini. Dari yang pesertanya sedikit, kemudian banyak sekali sampai akhirnya kembali sedikit. Hehehe tidak masalah. Kita adalah komunitas belajar, tidak aneh jika banyak yang singgah kemudian keluar lagi karena memang hanya orang-orang terpilih yang mau meluangkan waktu senggangnya untuk dipakai kembali belajar.

Awalnya kami menantikan waktu milad ini dengan rencana membuat sebuah stand dan menunjukan kegiatan kelas kita. Sambil menjual makanan ringan dan foto both untuk tamu yang mampir dengan disediakan penyewaan kimono. Ternyata tidak bisa terealisasi karena milad utama tidak diselenggarakan di gedung yang biasa. Pupuslah sudah. Hiksu..
Berhenti sampai sana? Tentu tidak. Kemudian momen ramadhan ini ada tawaran untuk buka bersama. Yes, dayung bersambut. Ditengah kepadatan rutinitas pribadi masing:masing peserta, moment bersama selalu menjadi ajang yang menyenangkan. Dan diputuskanlah tanggal 4 Juni untuk mengadakan bukber tersebut (padahal jika ingat tanggal 5 itu moment 2 tahun kelas, bisa jadi disatukan, biar terlihat meriah. Hehehe).

"Oiya, saya bergabung saat awal naik kelas 10 kak, sekarang sedang persiapan masuk ke universitas. Tidak terasa ya..". Yup begitulah. walau kami  sudah mengupayakan dengan kegiatan yang menarik seperti KIMONO style tapi kumpulan rasa bosan, malas bahkan mau off juga berkelebatan berulang kali. Tapi nyatanya tidak terjadi, karena sampai saat ini kelas kita masih berlangsung. Saya berterima kasih untuk itu.. <3 p="">

Semoga setelah melewati waktu dua tahun ini, kelas kita masih terus bertahan. Terjaga selalu kekompakan kita, dan selalu istiqomah dalam menuntut ilmu yang bermanfaat.

Thursday, November 9, 2017

Hubungan antara Masalah dan Gosokan

Masalah itu seperti cucian yang belum di gosok ternyata. Saat dibiarkan mengunung malah bikin males dikerjakan karena terlihat buanyaakk dan malesiiinnnn.. Sampai akhirnya sampai pada suatu titik, isi lemari habis sehingga mau tidak mau itu gunungan pakaian kudu bin harus di pegang juga.
.
Setelahnya dengan sedikit tekad lebih, satu demi satu akan mengalir terselesaikan. Lelah, letih, lesu, lunglai, loyo seperti jargon obat zat besi akan mencari celah untuk melanjutkan gogoleran (tidur-tiduran santai), sambil nonton drama korea atau baca komik keluaran terbaru. Tapi balik lagi, sedikit tekad lebih itu kadang cukup untuk menghalau penyakit 5L dalam beraktivitas.
.
Sedikit grundel kenapa ini gunung lama sekali ratanya, tidak seperti illegal logging yg bisa begitu cepatnya meratakan hutan kita pasti sering terselip. Tapi jika tangan masih tetap mengambil satu persatu baju dari gundukkannya, taraaa... Waktu membuktikan.. Semua terselesaikan saudara-saudara. Dan tahukah kamu, ternyata ketika semua sudah selesai, yang awalnya berupa sebuah gunung, ternyata hanya menjadi beberapa tumpukan.
.
Begitu pula dengan masalah kita, bisa jadi ketika ditumpuk, tidak diperhatikan dan diselesaikan akan menggunung dan membuat kita "males banget ngeliatnya". Tapi juga akan ada satu waktu tidak bisa membiarkan itu terus menggunung, entah karena muncul kesadaran untuk menyelesaikan masalah tersebut ataupun terpaksa harus diselesaikan karena sekian tuntutan dan kebutuhan.
.
Apapun motivasinya, tetap usaha untuk menyelesaikan masalah itu sudah masuk katagori K.E.R.EN.. Setelah itu, cukup sedikit membulatkan tekad dan waktu...taraaa... Semua terselesaikan. Dan ketika kalian mengintip kebelakang, ternyata masalah itu tidak sebanyak yang terlihat jika di atur dengan rapi...
.
Selamat mencoba <3 <3
*Chismile

Wednesday, September 27, 2017

keseruan program RUMAH CERDAS di kelas nihon go, KIMONO Style

Bosen tidak sih jika kalian mempelajari hal baru dengan metode yang monoton? Hai, itu juga yang saya rasakan, makanya cari-cari cara biar proses belajar kita itu mengasikkan, seru dan bermanfaat. maka mulailah kami cari-cari ide mau melakukan apa.

Beberapa waktu lalu kelas nihon go sudah melakukan perjalanan dalam acara gathering ke Curug Ciherang. Melakukan kegiatan luar itu tidak bisa sering-sering dilakukan, karena terkendala banyak hal (kapan belajarnya juga yaa kalo kebanyakan jalan-jalan.. :P). Alhamdulillah ada seseorang yang baik hati mau mewakafkan kimono yang beliau peroleh dari negara sakura tersebut untuk digunakan di kelas nihon go kami. wooh langsung dah yaa khilaf.. :D


Awalnya sih karena baru dibawakan satu kimono, kami dengan rasa malu-malu untuk mencobanya. Dengan bantuan tutorial dari Mbah (google) melalui youtube, mulailah berkreasi menggunakan kimono dan menggulung badan dengan balutan obi. Tidak semudah yang dipikirkan ternyata, melihat beberapakali usaha yang harus dilakukan untuk mendapatkan bentuk obi yang enak di pandang setelah dikenakan. Akhirnya, iyeeii berhasil... Tidak lupa juga jadi model dadakan doong. . ^_^/








Makin seru adalah ketika dijanjikan untuk kimono tambahan, dengan syarat diambil sendiri. Untung saya tidak bisa salto, jadi tidak ada acara salto-saltoan. Fuuh, kucing mana yang tidak mau jika ditawari ikan, beberapa waktu kemudian jadilah beberapa dari kami datang menjemput barang yang dijanjikan.  dengan mata berbinar, tidak sabar menunggu pertemuan berikutnya untuk mencoba kimono-kimono tersebut.
Taraa, hari ahad pun tiba. Belajar dulu dong pastinya. Naah, setelah belajar itulah waktunya kami bereksplorasi dengan benda baru tersebut. Awalnya mencoba di ruangan. Lama kelamaan kok yaa rasanya ingin lebih berekspresi. Jadilah bermodal rasa yang sudah tidak malu-malu (sampai niat pinjam alas duduk dan bunga pajangan ke bapak penjaga gedung untuk penunjang acara seru-seruan kami.)
 
Memaksimalkan properti yang ada :D

Dan begitulah akhirnya cara kami mengisi kegiatan kelas nihon go diluar waktu belajar. Menciptakan keseruan dengan sarana yang ada. Setelah ini kita juga membuat kelas masak looh. Ceritanya berlanjut di postingan berikutnya nanti yaa, Insyaa Allah ... ;)

Saturday, September 2, 2017

Sedikit Banyak Kita Juga CAPER

Kembali dengan kesadaran yang terlambat. Sebagai manusia yang sudah lebih dewasa(dibanding anak-anak di sekolah dasar tentunya), seharusnya pengendalian diri kita pun lebih baik dibandingkan mereka. Namun seringkali karena suasana, kita pun terbawa arus perasaan dan kebiasaan lama lah yang keluar. Dengan baper (terbawa perasaan), marah-marah, ngambek sampai menangis (satu ini belum masuk daftar saya, karena sisi yang bisa menggelitik saya untuk menangis itu sepertinya tidak akan tersentuh rombongan ini) itu hanya menunjukkan ketidakmampuan kita untuk menarik perhatian. Akhirnya kita memilih cara-cara diatas untuk mencari perhatian (CAPER). Tidak bedanya dengan mereka, anak-anak didik yang dengan segala polahnya mencari perhatian kita. Seperti dengan rajin mengerjakan tugasnya, tingkahnya, sikap ngeyelnya bahkan bantahannya.

Dan akhirnya senyuman ini mengembang. Ahaa.. kita adalah orang-orang yang sedang mencari perhatian satu sama lain. Hei kalian ayo kita bekerja sama untuk bisa saling memperhatikan dengan cara yang lebih baik.

Thursday, July 20, 2017

Berantem yang ga baper

Dirumah, hampir semua anak laki- laki tetangga bisa jadi memusuhi saya. Karena teh Enung galak tentunya (huu bangga). Jadi interaksi kami selalu saat saya ngomel (maafkaaannn). Karena itu pula saya belum terbiasa membaca karakter para jagoan ini. Dan nyatanya seperti para anak perempuan dengan segala keunikannya, begitupun para anak laki-laki.

Hari ini saya menyaksikan itu langsung dari polahnya anak-anak. Ada anak yang saya bilang baperan. Karena apa? Karena ketika saya tanya alasannya kenapa berkelahi, "abisnya dia bikin saya kesal.." katanya. Nah kan... :p padahal sebelum hari ini saya menilainya sebagai anak yang cukup tenang (oke saya kurang belajar).

Tapi bukan disana yang saya soroti. Karena saya melihat hal lain yang cukup menarik juga. Ketika puncaknya kesal, saya melihat pancaran kemarahan dalam sela isaknya (ini juga nih yang bikin gimanaaa gitu, diusia mendekati baligh nya saya jadi agak sungkan buat menenangkan dengan cara yg biasa, akhirnya perlu waktu yg sedikit lebih panjang untuk membuatnya tenang). Sudah lama tidak melihat anak seusia itu menangis karena kesal. Bertengkar adu mulut sudah cukup dan biasanya sampai menangis jika sudah berantem fisik dalam tingkatan tertentu (level tertentu yang memang sudah terasa sakit). Dengan bantuan teman-temannya yang lain akhirnya kondisi terkendali.

Seru juga saat bagian ini. Dengan sekian banyaknya anak, ada saja bagian provoksi, tim hore, antipati dan penengah.  Agak sedikit lucu saat ada anak yang mencoba menengahi. Dia bilang, "sudah, masalah kecil jangan di ributkan. Sabar.. sabar.. tenang.." dengan sikap seriusnya. Maafkan saya yang sejenak ingin tertawa. Bijak sekali kamu nak.
Okay, singkat cerita suasana sudah terkendali. Mereka sudah balik ke posisi masing-masing. Daaan yang membuat saya wow, setelah masuk materi baru yang mengharuskan posisi mereka bergerombol disekitar saya, secara tidak sadar akhirnya mereka bersebelahan. Dan apa yang terjadi? Mereka sudah seperti biasa, saling menimpali materi yang saya berikan seolah tidak ada hal yang terjadi sekian waktu lalu (padahal saya masih menyusun kata-kata untuk membuat laporan karena sampai mengganggu kelas lain).

Hei nak, kalian memang luar biasa. Itulah perselisihan yang tidak dibawa sampai hati walau menusuk hati. Penyebab awalnya adalah hati yang tersakiti, namun kalian menyikapinya dengan sejenak meluapkan apa yang dirasa berikutnya hilang bersamaan kurasan keringat. Tidak berpanjang-panjang dalam perasaan. Dan ternyata itu bisa kalian lakukan. Sedangkan kami disini, yang sudah menjalani kehidupan yang lebih banyak dibanding kalian sering lupa untuk itu. Lupa menguras hati dari segala rasa tidak nyaman, lebih memilih membawanya sehingga memperpanjang ketidaknyamanan.
Terima kasih untuk pembelajaran yang sudah di tampakkan. Kalian luar biasa 😀👍