Monday, January 9, 2017

Jiwa Psikopat

Jiwa psikopat mulai bermunculan.
Terbius kesuksesan seseorang dan terpicu luapan perasaan yang dipendam.
"Ini hanya tulisan," katamu memberi alasan.
Dalam diam aku pun tau dirimu bukanlah manusia pemegang pisau handal.

Jiwa psikopat kian banyak bermunculan.
Walau hanya sebatas rangkaian kata tentang darah, mayat, ataupun kekejian lainnya.
"Bukannya bagus bisa menuliskan apa yang tidak kita lakukan?" Katamu pelan.
"Ya, imajinasi adalah milik semua orang," kataku dalam hati.

Jiwa psikopat makin menjalar.
Merasa kebaikan sudah bukan tema yang menyegarkan untuk dituangkan.
"Sudah banyak yang menuliskan, aku mau berbeda," sedikit lirih kamu berujar.
Era apa ini yang bosan akan kebaikan, dan memilih kegelapan sebagai tantangan.

Jiwa psikopat pun menang.
Pikiran yang terkekang mendapat jalan menyusun ide.
Hati yang ternoda bebas berekspresi.
Jari yang tertawan pasrah bergerak menggenggam meliuk pena.
Dan mata yang melihat, bersiap mengirim sinyal ke otak, "tidak apa-apa. Itu hal yang wajar. Hanya sekedar tulisan," kataku sambil menulis cerita-cerita keji.

Tuesday, January 3, 2017

Perlu piknik? Ke Perpustakaan Taman Tegar Beriman aja

Masih dalam suasana liburan sekolah, yang berarti banyak waktu luang dengan anak-anak. Rugi rasanya jika tidak dimanfaatkan semaksimal mungkin. Seperti edisi liburan kali ini, ponakan nginep dirumah. Sebagai tante yang baik, pastinya mau memberi yang terbaik juga doong. Jadilah mengajak jalan santai ke daerah pemda. Rencana awal sekedar jalan pagi dan duduk -duduk di Taman  Tegar Beriman (tetep ngajakin ketempat yang murah, meriah, meraih :D).
Singkat cerita, sambil menyusuri jalanan komplek pemda, mata tertuju pada plang bangunan "perpustakaan taman tegar beriman." "Lhoo, bukannya perpustakaan adanya sebelah sana ya," pikir saya. Dan iseng-iseng berhadiah jadilah mengayunkan kaki ke tempat tersebut.

Perpustakaan Taman Tegar Beriman Kab.Bogor merupakan cabang dari Perpustakaan Daerah Kabupaten Bogor, Perpustakaan dibuka untuk umum,
jadwal buka: Senin - Jum'at 09.00 WIB - 15.00 WIB.
Lokasi: Jl. Tegar Beriman Komplek Pemda Kabupaten Bogor
Saat menapaki undakan jalan yang langsung menuju pintu masuk, kita akan disambut dengan rak berbentuk sapi hitam putih ala gambar di karton susu UHT. Itu menjadi daya tarik tersendiri, apalagi untuk pengunjung anak-anak seperti keponakan saya itu.
Koleksinya masih terbilang sedikit, tapi cukup variatif. Dari buku masak, pengetahuan umum, agama, cerita bergambar untuk anak ada disana. Dengan bangku yang nyaman ( bahkan di sebelah kiri dari pintu masuk, terdapat sofa), terdapat pendingin udara dan tersedia juga dispenser air. Terlepas dari fasilitas yang "katanya ada" seperti wifi, live music yang tidak saya jumpai, tapi karena memang tujuan utama juga membaca yaa masih okeh lah yaa (apa lagi dh ada AC juga, walaupun masih ngarep juga sih untuk wifi nya )
Jadi, selamat menikmati liburannya dengan mengunjungi tempat yang selain hemat juga bermanfaat. Selamat membacaa... 

Saturday, October 29, 2016

Resep Kue Cincin, Mun di Cibeureum Disebut Kue Ali

Bahan :
-tepung beras saliter
-gula beureum satengah kilo
-minyak ngan ngagoreng

Cara ngolah :
- Gula di taher, mun geus kolot taheran gulana kompor matikeun,
*cara ngetes gantingna kieu: siapkeun piring di caian (ngagunakeun cai atah).
terus cai taheran gula tes-keun kana cai nu geus disiapkan dina piring. Antepkeun bangsa 30 detik mah, trus kumpulkeun tah. Cai gulana mun puyar berarti can kolot. Kudu dimasak deui neupi ganting.
- Asupkeun tepungna,
- Ulenan eta tepung jeung gula. Bahan nu geus nang ngadinan di simpen heula 3 peuting tina suhu kamar,
- Mun geus waktuna, karak adonan dijieun bulet-bulet jeung di bolongan tengahna,
- Goreng.

*Bahan nu dipake jeung ngajieun sarua jeung kue cucur. Tapi mun kue cucur mh adonan na lewih encer & teu perlu di peutingan.
*bocoran resep ti bu Arinie. Nuhun pisan nya bu 😊

Thursday, October 27, 2016

Benarkah Semua itu Atas Nama KEBUTUHAN?

Karena sebelumnya membicarakan nasi padang, jadilah pas waktu makan siang kepengen dan akhirnya beli mie ayam (huu gak nyambung). Hehehe siapa juga yang harus menuruti rasa ingin saya dan kenyataan yang saya pilih :p
Begitulah, bisa jadi sering kali kita menafsirkan keinginan itu sebagai sebuah kebutuhan. Dan saat tidak mendapatkan apa yang diinginkan berujung dengan merajuk, meratapi kenapa dan kenapa, bahkan menyalahkan ketentuan-Nya.

Sebetulnya ada beberapa poin yang bisa dicermati dari ketidak-sinkron-an antara keinginan dan pilihan yang saya buat.
* saya ingin nasi padang karena tersimulasi pembicaraan sebelumnya yang membahas hal tersebut, hingga akhirnya muncul memori "enaknya makan nasi padang pada siang hari". Dan itu yang memacu rasa ingin makan nasi padang tersebut.
*saat turun angkot, kios yang paling dekat adalah mie ayam. Kios nasi padang harus menyeberangi jalan raya terlebih dahulu. Rasa "ingin" saya tidak begitu kuat untuk sekedar menyeberangi jalan raya. Maka keputusan yang saya ambil adalah singgah ke kios terdekat, seperti yang diberitahukan sebelumnya adalah kios mie ayam.
*bisa jadi sebetulnya sayapun belum memiliki keputusan yang pasti untuk menu makan siang.

Dari semua poin diatas akhirnya terlihat akar masalahnya. Sebetulnya saya lapar karena sudah waktunya makan siang. Dan itulah KEBUTUHAN saya yang perlu dipenuhi. Namun seringkali kebutuhan itu dibalut dengan banyak keinginan, sehingga kita merasa memiliki banyak kebutuhan (yang nyatanya keinginan) dan harus memenuhinya.

Nasi padang dan mie ayam adalah keinginan yang membalut kebutuhan saya akan makanan. Bahkan sebetulnya, jika sedikit bersabar bisa jadi saya akan mendapatkan ayam goreng sebagai menu makan siang dirumah. Namun kembali, seringkali kita membebani diri sendiri dengan berbagai macam keinginan. Misal kita memang memerlukan alat komunikasi, namun seringkali kita merasa tidak puas dengan alat komunikasi yang sudah dipunya karena menginginkan model terbaru, lebih canggih, tampilan bagus dan keinginan lainnya. Contoh lain, kita mengejar tempat kerja yang bayarannya besar dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengesampingkan keberkahan dari rejeki yang kita peroleh. Akhirnya kita melakukan berbagi cara, seperti menyogok untuk dapat masuk di perusahaan tersebut, korupsi waktu, atau perbuatan tercela lainnya. Semua itu sebetulnya bukan bersumber dari memenuhi kebutuhan, tapi lebih tepat memenuhi keinginan. Saat kebutuhan kita makanan sehat, namun keinginan kita makanan yang sekedar enak dilidah. Saat kebutuhan kita adalah kendaraan yang sudah cukup terpenuhi dengan banyaknya angkutan fasilitas umum, namun keinginan kita untuk memiliki kendaraan pribadi. Saat kebutuhan kita pakaian untuk menutupi aurat yang bersih dan rapi, namun keinginan kita berbusana yang anggun, modis baru dan terkini. Semua berujung banyaknya keinginan kita yang mengatasnamakan kebutuhan, sehingga akhirnya Bisa jadi hal yang benar - benar kita butuhkan itu terlupakan posisinya.

Semua bermula dari besarnya rasa sukur terhadap apa yang sudah kita terima. Karena sesungguhnya Allah sudah mencukupi KEBUTUHAN kita. Namun seringkali kitalah yang tergoda dengan nafsu akan keinginan ini itu.

Thursday, October 13, 2016

Tips Mencairkan JAMSOSTEK

Yang bekerja di sebuah perusahaan, setiap bulannya kita dikenakan potongan untuk jamsostek. Dan jamsostek tersebut bisa diambil saat kita sudah berhenti bekerja.
Jamsostek sendiri bisa diambil minimal 5tahun dari waktu yang terdaftar sebagai peserta jamsostek. Saat kita berpindah-pindah tempat kerja, sehingga memiliki banyak kartu, walaupun kebesertaan sudah 5 tahun tapi baru bisa diambil sekitar 2-3 bulan dari terakhir bekerja.

Persyaratan
Berikut beberapa persyaratan yang harus dibawa agar memudahkan kita dalam proses pencairan jamsoatek (sehingga tidak harus bolak-balik seperti yang saya alami hari ini. Hiks).
1. Fotokopi KTP & asli,
2. Fotokopi kartu keluarga (KK) & asli,
3. Fotokopi surat keterangan kerja ( paklaring) & asli,
4. Fotokopi kartu JAMSOSTEK & asli (jika memiliki beberapa kartu, bawa saja semua),
5. Materai 6000.

Tambahan
* Alat tulis
Walau disediakan, ada baiknya jika kita membawa alat tulis sendiri. Selain lebih nyaman, juga tidak harus antri sekedar untuk memakai alat tulis/ mengganggu orang lain dengan meminjam).

* Buku tabungan
Untuk nominal di atas 1juta, disarankan untuk membawa buku tabungan (siap dengan fotokopinya lebih baik). Karena kejadian yang saya alami, karena lebih dari sekian, diminta buku tabungan untuk transfer. Akan memakan waktu kan klo semua proses sudah dijalani tapi uang masih belum bisa dicairkan karena tidak bisa diambil tunai.

Proses di kantor JAMSOSTEK
Prosesnya mudah, hanya mengambil formulir yang sudah disediakan. Kemudian mengantri untuk pemerksaan berkas. Jika berkas sudah terisi lengkap beserta semua lampiran fotokopi , kita akan mendapatkan nomor urut dan menunggu sampai waktu dipanggil. Disini dilihat perlu tidaknya buku tabungan, tergantung nominal yg akan cair. Ada baiknya biar sedikit, tetap siap sedia buku tabungan biar tidak perlu mengantri untuk mengambil uang tunai, karena langsung di transfer ke bank yang sudah kita pilih.

Maka selesailah pencairan dana jamsostek.